Majas Simbolik

Majas Simbolik

Dalam membuat sebuah karya sastra seperti cerpen atau novel, seorang penulis seringkali menggunakan majas atau gaya bahasa. Majas merupakan sebuah gaya bahasa yang dibuat oleh penulis untuk menyampaikan pesan secara imajinatif.

Nah pada artikel kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai majas simbolik. Seperti apa sih majas simbolik itu? Berikut penjelasannya.

Pengertian Majas Simbolik

Majas simbolik adalah majas yang menggambarkan sesuatu dengan menggunakan simbol untuk menyatakan maksud tertentu.

Majas ini termasuk dalam kategori majas perbandingan, sama seperti majas personifikasi dan majas hiperbola.

Simbol yang digunakan pada majas simbolik biasanya sudah dikena dan mudah dipahami. Misalnya seperti simbol hewan, tumbuhan,benda, tokoh, dan lain-lain.

Contoh Majas Simbolik

Berikut ini beberapa contoh majas simbolik beserta penjelasannya.

1. Pada saat jam istirahat, Novi menjadi buah bibir di kelasnya.

Makna : Buah bibir = topik pembicaraan

2. Bela memiliki keturunan darah biru dari Ayahnya.

Makna : Darah biru = ningrat

3. Ibu setiap hari banting tulang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Makna : Banting tulang = bekerja keras

4. Andre sekarang hidup sebatang kara semenjak ditinggal pergi kekasihnya.

Makna : Sebatang kara = Sendiri

5. Tahun ini di kota Semarang banyak pengusaha yang gulung tikar.

Makna : Gulung tikar = Bangkrut

6. Nia dijuluki kembang desa oleh warga di lingkungannya.

Makna : Kembang desa = Gadis tercantik

7. Kita jangan sampai menjadi benalu bagi orang lain.

Makan : Benalu = Orang yang merugikan

8. Ridwan berkunjung ke rumah paman menggunakan kuda besi.

Makna : Kuda besi = Motor

9. Nana selalu menjadi kambing hitam dalam setiap masalah.

Makna : Kambing hitam = Orang yang disalahkan

10. Lebih baik masalah ini dilanjutkan ke meja hijau.

Makna : Meja Hijau = Pengadilan

Contoh Majas Simbolik Lainnya

  1. Tono sudah menentukan bahwa Nia akan menjadi tulang rusuknya. (pasangan)
  2. Dia seseorang yang pandai bersilat lidah. (memutar balikkan kata)
  3. Novi dan Nova berbicara empat mata di ruang kelas. (berdua saja)
  4. Jika nanti kamu sudah sukses, tetaplah menjadi seseorang yang rendah hati. (tidak sombong)
  5. Anton tidak jadi menikahi gadis itu karena dia mata duitan. (suka uang)
  6. Aku sudah tidak ingin mendengarkan semua omong kosongmu! (bualan)
  7. Aji diam seribu bahasa setelah dibentak oleh gurunya. (tidak bisa berkata sepatah kata pun)
  8. Jangan percaya, Roland memiliki akal bulus untuk kepentingannya sendiri. (tipu muslihat)
  9. Si jago merah telah membakar puluhan ruko di pasar itu. (api)
  10. Dari dulu dia sudah tebal muka. (tidak mempunyai rasa malu)

Demikian ulasan mengenai majas simbolik. Semoga bermanfaat.

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>