Cara Belajar Tajwid & Macam Hukum Tajwid

Sebagai umat Islam, sudah merupakan suatu keharusan untuk membaca Al Quran dan juga mengamalkannya. Namun membaca Al Quran bukan hanya sekedar membaca, Anda harus memahami tentang hukum tajwid. Sangat penting untuk tahu cara belajar tajwid yang benar. Untuk belajar tajwid sekarang sudah tersedia platform belajar mengaji online anak dan dewasa.

Kenapa harus paham tentang tajwid? Sebab tajwid merupakan ilmu untuk mengetahui bagaimana cara pengucapan kalimat yang ada dalam Al Quran. Tujuannya adalah agar Anda tidak salah membaca yang mengakibatkan berubahnya makna yang terkandung didalamnya.

Cara Belajar Tajwid

Belajar ilmu tajwid dapat dilakukan dengan memahami tentang hukum ilmu tajwid terlebih dahulu. Hal tersebut meliputi panjang, pendek, jelas, samar, dengung dari setiap kalimat bacaan Al Quran. Beberapa hukum tajwid dapat dibedakan sebagai berikut.

  1. Hukum Bacaan Tajwid Mad

Hukum mad memiliki arti melanjutkan atau pemanjangan suara. Untuk bacaan mad ini, huruf-huruf harus berbaris mati yang disebut dengan saktah. Dalam mengukur panjang pendek bacaan, digunakan istilah harakat.

  • Mad Thabi’i

Mad Thabi’i diartikan sebagai mad asli, yaitu sebuah tanda baca mad yang terjadi ketika huruf Alif setelah fathah atau Ya’ sukun terletak setelah kasrah. Bisa juga ketika huruf Wau yang berada setelah dhammah, juga akan dikenakan hukum mad thabi’i.

Mad Thabi’i ini memiliki panjang bacaan yang biasa. Cara membaca bacaan yang terkena hukum Mad Thabi’i adalah sepanjang dua harakat atau disebut juga dengan satu alif. Contohnya adalah كتَا بٌ – يَقُوْلُ – سمِيْعٌ.

  • Mad Far’i

Secara bahasa Mad Far’i diartikan sebagai cabang. Sedangkan secara istilah, Mad Far’i merupakan hukum tambahan dari mad asli karena adanya hamzah atau sukun. Mad far’i terbagi menjadi beberapa macam sebagai berikut.

  • Mad Wajib Muttasil
  • Mad Jaiz Munfashil
  • Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi
  • Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi
  • Mad Layyin
  • Mad ‘Arid Lissukun
  • Mad Shilah Qashirah
  • Mad Shilah Thawilah
  • Mad ‘Iwad
  • Mad Badal
  • Mad Lazim Harfi Musyabba
  • Mad Lazim Harfi Mukhaffaf
  • Mad Farq
  • Mad Tamkin
  1. Hukum Tajwid Mim Mati

Cara belajar tajwid selanjutnya adalah dengan memahami hukum bacaan mim mati. Hukum ini didasarkan pada adanya pertemuan antara mim mati dengan huruf tertentu. Dalam ilmu tajwid, hukum mim mati ini dibagi menjadi berikut ini.

  • Ikhfa Syafawi

Hukum Ikhfa Syafawi ini adalah bacaan dibaca samar pada bibir serta berdengung. Kalimat yang mengandung hukum Ikhfa Syafawi ini adalah huruf mim mati bertemu dengan huruf ba’.

  • Idgham Mimi

Nama lain dari Idgham Mimi adalah Idgham Mutamasilain. Hukum ini berlaku ketika terdapat huruf mim mati yang bertemu dengan huruf mim. Sedangkan cara melafalkannya adalah dengan membaca huruf mim tersebut dengan berdengung.

  • Izhar Syafawi

Hukum bacaan Izhar Syafawi ini berlaku ketika terdapat huruf mim yang bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah selain ba’ dan mim. Huruf ini harus dilafalkan dengan suara yang jelas dimana bibir sambil terlihat menutup mulut.

  1. Hukum Tajwid Nun Mati atau Tanwin

Hukum bacaan ini diberlakukan ketika terdapat nun mati yang bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah, maka akan dibaca dengan hukum bacaan tanwin. Secara umum hukum ini dibagi menjadi beberapa macam sebagai berikut.

  • Izhar Halqi

Hukum ini berlaku ketika terdapat nun mati atau tanwin yang bertemu dengan huruf alif atau hamzah, ha’, ghain, ‘ain, dan kha’. Bacaan Izhar Halqi harus dibaca dengan jelas.

  • Idgham Bighunnah

Hukum bacaan Idgham Bighunnah ini merupakan hukum bacaan yang dibaca melebur dan berdengung. Bisa juga diucapkan dengan memasukkan salah satu huruf tanwin atau nun mati dalam huruf setelahnya. Huruf yang terkena hukum ini adalah Nun, Ya’, Mim, dan Wau.

  • Idgham Bilaghunnah

Bacaan Idgham Bilaghunnah memiliki arti melebur tanpa disertai dengan dengung. Bacaan ini dengan memasukkan huruf tanwin atau nun mati dalam huruf setelahnya tanpa berdengung. Hukum ini berlaku apabila terdapat nun mati atau tanwin bertemu dengan Ra’ dan Lam.

  • Iqlab

Bacaan Iqlab ini berlaku ketika terdapat nun mati atau tanwin yang bertemu dengan huruf Ba’. Dalam bacaan Iqlab, nun mati atau tanwin ini tidak lagi terbaca sebagai tanwin atau nun mati, namun akan berubah menjadi bunyi pada huruf mim.

  • Ikhfa Haqiqi

Hukum bacaan Ikhfa berarti samar. Ikhfa akan berlaku ketika huruf nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf Tha’, Ta’, Dal, Dzal, Jim, Sin, Syin, Shid, Shod, Qof, Kaf, dan Fa’. Bunyi bacaannya adalah samar atau terdengar seperti antara bacaan Idgham dan Izhar.

  1. Hukum Tajwid Idgham

Hukum Idgham selain Idgham Bighunnah dan Idgham Bilaghunnah, juga masih terdapat jenis hukum Idgham yang lainnya. Secara umum, hukum tersebut terbagi sebagai berikut ini.

  • Idgham Mutamatsilain

Hukum bacaan Idgham Mutamatsilain merupakan hukum bacaan yang terjadi ketika terdapat suatu huruf yang bertemu dengan huruf yang sama. misalnya adalah huruf Dal yang bertemu dengan huruf Dal.

  • Idgham Mutajanisain

Hukum bacaan ini berlaku ketika terdapat dua huruf yang memiliki makhraj sama namun sifatnya tidak sama. Contohnya adalah huruf Ta’ bertemu dengan Tha, huruf Lam bertemu dengan Ra’, Dzal, dan Zha.

  • Idgham Mutaqaribain

Idgham Mutaqaribain merupakan hukum bacaan yang berlaku pada saat pertemuan dua huruf yang memiliki makhraj dan sifat yang hampir sama. Misalnya adalah huruf Mim yang bertemu dengan huruf Ba’, dan huruf Kaf yang bertemu dengan huruf Qaf.

Dengan memahami cara belajar tajwid yang benar, akan memperbaiki pengucapan atau pelafalan bacaan Al Quran. Dengan demikian, makna serta arti yang terkandung dalam Al Quran tidak akan berubah dan akan lebih fasih lagi dalam membaca setiap kalimat dengan lancar dan benar sesuai ilmu tajwid.

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>